Rabu, 10 Juli 2013

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

1- PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu merupakan serangkaian pengetahuan atau wawasan yang dibutuhkan oleh seluruh manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kebudayaan adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar, sedangkan budaya merupakan budi dan daya, yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Dari dua hal diatas pada dasarnya ilmu budaya dasar berasal dari istilah bahsa inggris “The Humanities”. Istilah ini berasal dari bahasa latin yaitu “humanius” yang diartikan yaitu manusia, berbudaya, dan halus. Sehingga secara garis besar dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan antara manusia dengan kebudayaan serta pengkajian masalah-masalah manusia dan kebudayaannya.

Menurut Prof. Dr. Hasya Bachtiar, pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.

Ruang lingkup ilmu budaya dasar tersebut dapat dikembangakan menjadi pokok pembahasan yaitu :
1. manusia dan cinta kasih (contoh : kasih sayang, kemesraan, pemujaan)
2. manusia dan keindahan (contoh : renungan, kehalusan, keserasian)
3. manusia dan penderitaan (contoh : rasa sakit, siksaan, kesengsaraan)
4. manusia dan keadilan (contoh : kejujuran, pembalasan)
5. manusia dan pandangan hidup (contoh : cita-cita, kebajikan)
7. manusia dan kegelisahan (contoh : keterasingan, kesepian, letidakpastian)
8. manusia dan tanggung jawab serta pengabdian (contoh : kesadaran, pengorbanan)
9. manusia dan harapan (contoh : kepercayaan, harapan)


2- HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara bahasa, manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berfikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Sedangkan secara umum pengertian kebudayaan merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai:

1. Penganut kebudayaan,
2. Pembawa kebudayaan,
3. Manipulator kebudayaan, dan
4. Pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan atau seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi lebih indah

Selasa, 02 Juli 2013

Harapan dan Cita Cita

HARAPAN dan Cita Cita

Harapan ku .... aku ingin menjadi orang sukses dan berguna khususnya untuk kedua orang tuaku, saudara saudara ku dan umumnya kepada bangsa dan negara.


Langkah-langkah yang harus ditempuh
  • Kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam mewujudkan harapan masing masing
  • Tentu tidak lupa berdoa dan berusaha
  •  Menjalin hubungan baik kepada rekan rekan seperjuangan agar lebih banyak mendapat dukungan untuk mewujudkan harapan kita .
  • Rendah hati , ingat jangan selalu melihat ke atas , lihat juga ke bawah , jangan menjadi gelap mata saat mengejar harapan , karena ada banyak orang yang bersaing dengan kita .
  •  Never give up , tidak putus di tengah jalan , jika kamu terjatuh , jangan lah kamu mundur , coba lagi . Terus berusaha, tetap pada pendirian dan membangun pondasi prinsip yang lebih kuat dari sebelumnya .

Cerita Kegelisahan



Pada saat menunggu pengumuman hasil kelulusan UN di saat SMA , menunggu hasil pengumuman itu aku merasakan kegelisahan , karena hasil kelulusan itu akan menjadi awal serta bekal aku di kemudian hari dan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi . Serta , aku bisa membuktikan kepada kedua orang tuaku bahwa aku bisa membuktikan kepada mereka yang membiayakan pendidikan aku selama 9 tahun ini juga bisa membuat mereka tersenyum . Karena di tahun yang kemarin UN itu sulit , dan aku berharap aku lulus dengan nilai yang memuaskan . Dan aku bisa masuk universitas yang diinginkan . 

Hari demi hari telah berlalu , kegelisahan kian hari kian meningkat saat melihat tanggal pengumuman kelulusan semakin dekat . Aku berdoa kepada TUHAN yang maha esa agar mendapatkan nilai yang memuaskan . 

Pada saat besok pagi pengumuman kualitas doaku berkurang , dari yang tadi aku memohon agar dapat nilai yang memuaskan . aku berdoa pada TUHAN bahwa kalau lulus saja sudah cukup untukku walaupun tidak dengan nilai yang aku harapkan .

Pada pukul 06.00 surat pun tiba , aku menerima surat itu , aku tatap , aku rasakan , aku hayati dan aku hirup aroma serta kehangatan auranya . Hari yang tidak biasa itu membuatku dari seorang “saya” yang percaya diri , menjadi “saya” yang penuh tekanan . 

Aku belum bisa membuka surat itu , entah kenapa kagok , takut bercampur dengan gelisah ini tidak mempunyai kekuatan untuk menyobek surat berstempel DEPDIKNAS itu . 

Lalu akhirnya , aku mengumpulkan cukup keberanian . dan akhirnya kurobek robek amplop surat itu tepat di stempel DEPDIKNAS-nya . Lalu kulihat Namaku tercantum besar , sangat besar , bahkan lebih besar dari surat yang lain . dan ternyata aku LULUS !!!!

Aku girang , senang , aku melompat lompat , setelah beberapa kali aku melompat suasana hatiku berubah menjadi menyesal . Karena Tuhan ternyata mengabulkan permohonan ku yang ke-2 .

Akhirnya , setelah itu aku memberi tahu kepada ke-2 org tuaku bahwa aku lulus . dan mereka tersenyum bahagia sentosa .



CARA MENGATASI KEGELISAHAN ITU : 

- Kita harus belajar dengan tekun agar mengerjakan soal UN itu mudah serta teliti
- Berdoa dan berusaha
- Percaya diri
- Pasrahkan semuanya kepada tuhan yang maha esa