PROPOSAL KEGIATAN
HALAL BIHALAL
I. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk sosial yang selalu membutuhkan perhatian, teman dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik.Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah SWT memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda.
Sama halnya dengan keluarga besar Karang Taruna Maju Bersama, pada bulan yang suci perlu diadakannya acara Halal Bihalal untuk menjaga tali silaturahmi. Agar menjadi fitrah kembali dan menambah keharmonisan hubungan kemasyarakatan maka perlu diadakannya acara ini.
Selain kegiatan halal bihalal yang bertujuan untuk menyambung tali silaturrohim antar sesama keluarga besar Karang taruna Maju Bersama dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pengumpulan dana untuk Bakti Sosial yang akan diserahkan ke Panti Asuhan terdekat.
II. Tujuan
Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idhul Fitri 1432 H, Karang Taruna Maju Bersama selaku organisasi kepemudaan ingin mengadakan kegiatan HALAL BI HALAL yang bertujuan :
Untuk mengisi dan memeriahkan Hari Raya Idhul Fitri 1432 H.
Agar terbina kerjasama antar sesama rekan-rekan muda-mudi Karang Taruna Maju Bersama.
Menjalin kerukunan dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar warga masyarakat disekitar Karang Taruna Maju Bersama berada.
III. Kegiatan
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSNAAN
Acara halal bihalal ini, akan kami laksanakan pada :
Hari :
Tanggal :
Waktu : 09.00 s/d selesai
Tempat : Balai Dusun Tlangu
SUSUNAN ACARA
Terlampir.
SUSUNAN PANITIA
Terlampir.
IV. ANGGARAN
Terlampir.
V. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu. Semoga acara ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan.
Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Ketua Pelaksana
________________________
Tlangu, 8 Agustus 2011
Sekertaris
_________________________
Mengetahui,
Kepala Dusun Tlangu
______________________
Sumber : http://belajarpsikologi.com/contoh-proposal-kegiatan/
Selasa, 28 April 2015
Teori - Teori Proposal
Teori-teori Proposal
Pengertian
Proposal adalah rencana yang disusun secara sistematika dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal (Finoza, 1999 : 157).
Kerangka Proposal
Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.
Syarat Penyusunan Proposal
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut :
Memiliki struktur dan logika yang jelas
Hasil kegiatan itu terstruktur atau benar-benar ada
Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada
Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :
Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
Jenis Proposal
Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.
Proposal Ilmiah
Salah satu jenis tulisan ilmiah adalah proposal penelitian. Proposal penelitian biasanya dibuat untuk aplikasi permohonan bantuan dana penelitian dan untuk rancangan skripsi, tesis, dan disertasi.
Proposal paling tidak memuat : (1) lingkup masalah dan perumusan masalah (2) aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian (3) metodologi penelitian (4) instrumen penelitian (5) teknik analisis data (6) rencana kegiatan penelitian
Ide penelitian diperoleh melalui :
Kehidupan sehari-hari
Masalah praktis
Hasil penelitian sebelumnya dan teori yang berkembang
Sistematika Proposal
Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah 1.3. Rumusan Masalah 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Kegunaan Penelitian
Bab II Landasan teori (Kajian Pustaka)
2.1. Teori variabel (dependen , independen) 2.2. Penelitian relevan 2.3. Kerangka Berpikir 2.4. Hipotesis yang diajukan
Bab III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian) 3.2. Waktu dan tempat 3.3. Populasi dan sampel 3.4. Teknik Pengumpulan Data a. Jenis dan sumber data b. Instrumen c. Definisi Operasional (kisi-kisi) 3.5. Teknik Analisis data 3.6. Jadwal Penelitian
Proposal Semi Ilmiah
Semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Artinya dapat dikatakan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
SUMBER :
http://irriyanti.blogspot.com/2014/04/tugas-ii-teori-tentang-proposal-ilmiah.html
Pengertian
Proposal adalah rencana yang disusun secara sistematika dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal (Finoza, 1999 : 157).
Kerangka Proposal
Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.
Syarat Penyusunan Proposal
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut :
Memiliki struktur dan logika yang jelas
Hasil kegiatan itu terstruktur atau benar-benar ada
Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada
Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :
Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.
Jenis Proposal
Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.
Proposal Ilmiah
Salah satu jenis tulisan ilmiah adalah proposal penelitian. Proposal penelitian biasanya dibuat untuk aplikasi permohonan bantuan dana penelitian dan untuk rancangan skripsi, tesis, dan disertasi.
Proposal paling tidak memuat : (1) lingkup masalah dan perumusan masalah (2) aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian (3) metodologi penelitian (4) instrumen penelitian (5) teknik analisis data (6) rencana kegiatan penelitian
Ide penelitian diperoleh melalui :
Kehidupan sehari-hari
Masalah praktis
Hasil penelitian sebelumnya dan teori yang berkembang
Sistematika Proposal
Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah 1.3. Rumusan Masalah 1.4. Tujuan Penelitian 1.5. Kegunaan Penelitian
Bab II Landasan teori (Kajian Pustaka)
2.1. Teori variabel (dependen , independen) 2.2. Penelitian relevan 2.3. Kerangka Berpikir 2.4. Hipotesis yang diajukan
Bab III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian) 3.2. Waktu dan tempat 3.3. Populasi dan sampel 3.4. Teknik Pengumpulan Data a. Jenis dan sumber data b. Instrumen c. Definisi Operasional (kisi-kisi) 3.5. Teknik Analisis data 3.6. Jadwal Penelitian
Proposal Semi Ilmiah
Semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Artinya dapat dikatakan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
SUMBER :
http://irriyanti.blogspot.com/2014/04/tugas-ii-teori-tentang-proposal-ilmiah.html
Teori - Teori Penulisan
Teori-teori Penulisan
Definisi
Penulisan adalah suatu kegiatan merangkai huruf atau angka menggunakan alat tulis di suatu sarana atau media penulisan guna menyampaikan suatu informasi bagi yang membacanya.
1. Daftar Isi
Bagian yang memuat isi dan nomer dari tulisan yang telah kita buat
2. Kata Pengantar
Suatu uraian kalimat dari tulisan yang kita buat, yang berguna untuk memberitahu pembaca terlebih dahulu tentang apa yang kita tulis.
3. Abstrak (Rangkuman/Inti sari)
DItulisa secara ringkas dan jelas, meliputi masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan ringkasan hasil tulisan kita
4. Pendahuluan
Mengemukakan hal-hal yang berkenaan dengan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sumber data.
4.1. Latar belakang
berisi tentang fakta-fakta yang relevan sebagai dasar penulisan yang kita buat. Penulis dapat mengutip/mengemukakan pendapat para ahli, berita melalui media massa, peraturan perundang-undangan yang mendukung terhadap fakta atau fenomena yang akan ditulis.
4.2. Rumusan masalah
Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas, diakhir pertanyaan harus memberikan tanda tanya (?).
4.3. Tujuan penelitian
berisi tentang maksud dan tujuan penulis secara spesifik
4.4. Sistematika penulisan
1. Tempat dan waktu : jelaskan tempat/lokasi observasi dengan menyebutkan nama perusahaan serta alamatnya, kemudian sebutkan waktu observasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing program studi.
2. Metode : a. Sebutkan nama metode yang digunakan (misalnya : metode deskriptif analisis). b. Teknik pengumpulan data (misalnya : wawancara, observasi, menggunakan kuesioner). c. Teknik Analisis Data (misalnya : memakai rumus statistik, rumus keuangan, atau model analisis lain seperti SWOT, EOQ, EVA, ABC).
5. Tinjauan pustaka/Landasan Teori
a. Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan atau yang dikutip di dalam batang tubuh artikel ilmiah. b. Bahan rujukan yang dimaksukkan di dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel. c. Daftar rujukan disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad nama penulis, dan diketik dalam spasi tunggal. Jika rujukan lebih dari satu baris maka mulai baris ke dua masuk 1,2 cm (hanging).
6. Kesimpulan
Peneliti harus meyimpulkan hasil temuan dari analisis kasus dalam bentuk point-point penting secara jelas dan tepat (tidak boleh menulis simpulan diluar kasus yang dianalisis). Berangkat dari kesimpulan tersebut penulis memberikan saran-saran yang berguna terkait dengan kasus yang telah dianalisis (untuk jangka pendek, menengah dan panjang) terutama ditujukan kepada perusahaan yang ditulis dan kegunaannya bagi perkembangan iptek. Pada bab ini antara kesimpulan dan saran masing-masing dijadikan sub-bab tersendiri.
SUMBER :
http://rismala29.blogspot.com/2013/01/teori-penulisan-ilmiah.html
Definisi
Penulisan adalah suatu kegiatan merangkai huruf atau angka menggunakan alat tulis di suatu sarana atau media penulisan guna menyampaikan suatu informasi bagi yang membacanya.
1. Daftar Isi
Bagian yang memuat isi dan nomer dari tulisan yang telah kita buat
2. Kata Pengantar
Suatu uraian kalimat dari tulisan yang kita buat, yang berguna untuk memberitahu pembaca terlebih dahulu tentang apa yang kita tulis.
3. Abstrak (Rangkuman/Inti sari)
DItulisa secara ringkas dan jelas, meliputi masalah dan tujuan penelitian, metode penelitian, dan ringkasan hasil tulisan kita
4. Pendahuluan
Mengemukakan hal-hal yang berkenaan dengan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sumber data.
4.1. Latar belakang
berisi tentang fakta-fakta yang relevan sebagai dasar penulisan yang kita buat. Penulis dapat mengutip/mengemukakan pendapat para ahli, berita melalui media massa, peraturan perundang-undangan yang mendukung terhadap fakta atau fenomena yang akan ditulis.
4.2. Rumusan masalah
Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas, diakhir pertanyaan harus memberikan tanda tanya (?).
4.3. Tujuan penelitian
berisi tentang maksud dan tujuan penulis secara spesifik
4.4. Sistematika penulisan
1. Tempat dan waktu : jelaskan tempat/lokasi observasi dengan menyebutkan nama perusahaan serta alamatnya, kemudian sebutkan waktu observasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing program studi.
2. Metode : a. Sebutkan nama metode yang digunakan (misalnya : metode deskriptif analisis). b. Teknik pengumpulan data (misalnya : wawancara, observasi, menggunakan kuesioner). c. Teknik Analisis Data (misalnya : memakai rumus statistik, rumus keuangan, atau model analisis lain seperti SWOT, EOQ, EVA, ABC).
5. Tinjauan pustaka/Landasan Teori
a. Daftar rujukan harus lengkap dan sesuai dengan rujukan yang disajikan atau yang dikutip di dalam batang tubuh artikel ilmiah. b. Bahan rujukan yang dimaksukkan di dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam batang tubuh artikel. c. Daftar rujukan disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad nama penulis, dan diketik dalam spasi tunggal. Jika rujukan lebih dari satu baris maka mulai baris ke dua masuk 1,2 cm (hanging).
6. Kesimpulan
Peneliti harus meyimpulkan hasil temuan dari analisis kasus dalam bentuk point-point penting secara jelas dan tepat (tidak boleh menulis simpulan diluar kasus yang dianalisis). Berangkat dari kesimpulan tersebut penulis memberikan saran-saran yang berguna terkait dengan kasus yang telah dianalisis (untuk jangka pendek, menengah dan panjang) terutama ditujukan kepada perusahaan yang ditulis dan kegunaannya bagi perkembangan iptek. Pada bab ini antara kesimpulan dan saran masing-masing dijadikan sub-bab tersendiri.
SUMBER :
http://rismala29.blogspot.com/2013/01/teori-penulisan-ilmiah.html
Jumat, 10 April 2015
PENGARUH BAHASA PERGAULAN DALAM PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Di indonesia sebenernya adat dan bahasanya itu sangat baik. Tapi banyak anak muda memiliki bahasa sendiri sehingga membuat bahasa indonesia ancur.. orang tua mengajarkan anak"nya untuk berbahasa indonesia yang baik dan benar agar memiliki sopan santun ketika bertemu dengan seseorang yang lebih dewasa darinya.. bahasa pergaulan juga membuat anak jaman sejarang menjadi kurang ajar, sebab mereka menggunakanbahasa gaul itu untuk mengejek dan mengucilkan orang lain.. untuk para anak muda penerus bangsa mari kita gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar agar bahasa indonesia yang baik dan benar itu selalu ada dan memuanahkan bahasa pergaulan yang tidak seharusnya dimengerti..
Langganan:
Postingan (Atom)