Rabu, 03 April 2013

Perubahan sosial budaya dalam era modernisasi dan globalisasi press

1. A. Modernisasi 
B. Globalisasi 
C. Dampak Modernisasi dan Globalisasi 
D. Tantangan Global Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa 
E. Gagasan dan Pemikiran untuk Mengatasi Memudarnya Jati Diri Bangsa

2. Arti Modernisasi
• Proses perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern dalam segala aspek. (sosio- demografis, sosio-politik, struktur organisasi sosial, psikokultural, dll)
• Tidak hanya diartikan sebagai iptek saja, namun juga dimaknai sesuatu yang baru, up to date. Sehingga konsep modernisasi dapat diterapkan dalam segala aspek pula, musik, pola hidup, budaya, dll


3. Faktor Pendukung
• Berfikir ilmiah
• Sistem administrasi negara
• Iklim modernisasi, terutama media massa
• Organisasi
• Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial yang baik.
• Utama: faktor subjek (manusia)

Derai Cemara Udang

Puisi 


Angin pantai disela gerimis
Mendera pelan, sejenak
Berteduh di bawah
Pohon-pohon cemara udang

Kemudian lenyap ke arah
Gubuk-gubuk bambu yang reot
Tanpa atap di tepian jalanan pantai

Senja ini..
Tiada yang romantis atau membiuskan angan
Ke dalam khayal yang beku
Dan ratusan hari terkubur diam

Pantai ini telah sepi..
Hanya derai cemara udang..
Hanya rintik gerimis yang tidak kunjung reda
Tidak juga menjadi hujan deras

Dongeng Man Doblang (Tinggi Badan Baginda Raja)

Dongeng 


Man Doblang 
(Tinggi Badan Baginda Raja) 


Kesulitan rakyat Mataram tidak hanya datang dari kekuasaan rakus Belanda. Kadang juga dari kalangan keraton sendiri. Lebih sulit lagi jika pangkal soalnya adalah Baginda Raja sendiri. Masalah Raja menjadi malapetaka. Baginda Raja tetaplah dianggap penguasa tunggal, penguasa tertinggi. Sampai sekarang pun, bayangan tubuhnya tak ada yang berani menginjak. Memandang langsung pun tak diizinkan, kecuali sedang diajak bercakap. Itu pun diawali dan diakhiri dengan gerakan menyembah. Masalah sederhana ini terjadi ketika Mantri Pribadi harus mengisi formulir mengenai data diri Baginda Raja. Kolom mengenai tanggal lahir, nama keluarga, berat badan, semua bisa terisi. Kecuali kolom tinggi badan Baginda Raja. Isinya masih titik-titik. Karena tidak ada yang berani mengukur tinggi badan Baginda Raja. Karena itu artinya menyentuh kepala Baginda Raja. 

Mantri Pribadi pernah meminta tolong Permaisuri agar mengukur tinggi Badan Baginda kala tidur. Tapi upaya ini gagal karena Permaisuri takut saat diukur Baginda terbangun. Pernah pula diupayakan cara lain. Ketika Baginda Raja berdiri dekat dinding, diperkirakan tingginya. Tapi ini tidak akurat. Kalau berbohong mengenai Baginda Raja, hukumannya sangat berat. 

Dalam keadaan putus asa, Mantri Pribadi menemui Man Doblang untuk minta tolong. 
“Kepada siapa lagi saya minta tolong, Paman?” 

“Bawa meteran, langsung diukur. Kalau Baginda Raja marah, katakan bahwa Pak Mantri diperintahkan mengisi formulir.” 

“Saya bisa dipecat, dan seluruh keluarga saya akan dihukum.” 

“Karena Pak Mantri sudah berusaha sepenuh tenaga, saya bersedia membantu.” 

Cerpen Persahabatan

“Amanda, Amanda, tunggu aku sebentar”.

Sekolah baru saja usai, Amanda sedang berjalan pulang ketika mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia menoleh ke belakang. Terlihat Nisa berlari mengejarnya dengan tergopoh-gopoh.

“Ada apa Nisa?”, tanya Amanda keheranan.

“Begini, aku mau mengembalikan ini”, kata Nisa sambil mengangsurkan sebuah tas plastik kepada Amanda. Amanda, melihat isi tas plastik tersebut, lalu bertanya, “Lho, kenapa dikembalikan, kamu tidak suka sepatu ini ya?”

“Lantas mengapa sepatu ini kamu kembalikan kepadaku, apakah kamu tidak memerlukannya?”, tanya Amanda menyelidik.Nisa teringat dengan kejadian kemarin. Ketika itu, dia baru saja pulang dari sekolah. Saat masuk rumah, segera ditemuinya Ibunya yang sedang memasak di dapur.

“Bu…Bu… lihat”, katanya sambil berjingkat-jingkat penuh kegirangan.
Ibunya menengok sekali lagi sambil berkata, “Iya, bagus sekali sepatu yang kau pakai. Omong-omong, sepatu itu pinjam dari siapa?”